● online
- "Buku selalu memberi sayap-sayap baru yang akan membawa terbang ke taman-taman pengetahuan paling menawan."
Rekaman Terakhir Beckett – Ari Pahala Hutabarat
“Puisi-puisi dalam kumpulan ini seperti menghindari kepuitikan; rima, bunyi, ritma, diksi, frasa. Dengan model pelarikan (tipografi) yang ”tak tertib”, anjebemen yang terkesan “sekenanya”. Dengan cara ini penyair seperti hendak mengesankan bahwa puisi-puisi dalam kumpulan ini mengelak dari “indah”, memilih menjadi grotesque—dalam arti tertentu. Keindahan bunyi, rima, metrum, pukauan frase, metafora, kebernasan sintaksis, dan permainan sintagmatik yang biasanya menjadi pakaian kebesaran puisi-puisi lirik seakan diremukkan di sini dan kepuitikan lebih banyak disajikan melalui jukstaposisi dan permainan citraan yang digeser-geser konteks dan perspektifnya … Sejauh mana puisi-puisi dalam kumpulan ini berhasil meremukkan kita dengan narasi-narasi besar yang diusungnya sekaligus memberi kita pengalaman kebahasaan atau kepuitikan yang lain, saya kira pembaca yang budiman perlu mengujinya kembali.” — Iswadi Pratama
Rekaman Terakhir Beckett.
Kumpulan Puisi (2013-2017)
Karya: Ari Pahala Hutabarat.
Penerbit : Lampung Literature
Cetakan ke 3.
Buku ini masuk 5 Besar Kategori Puisi Kusala Sastra Khatulistiwa 2017-2019 dan Nominasi buku puisi terbaik majalah Tempo 2017 Melalui lanskap puisi yang hampir seluruhnya berlatar di belahan dunia lain, dan peristiwa yang berasal dari massa yang jauh—melalui penanda-penanda yang tersebar hampir di setiap puisi: salju, mapel, oak, musim gugur, pena bulu, pasukan Tsar, penyebutan nama-nama tokoh yang pernah ada dalam sejarah, dan seterusnya, pembaca dipaksa keluar dari lingkungan domestiknya yang kini.
Hal ini memberikan efek “pengasingan” dari ruang dan waktu yang aktual.
Pembaca diungsikan ke ranah yang tak mudah diidentifikasi tanpa merujuk pada referensi tertentu.
Rekaman Terakhir Beckett – Ari Pahala Hutabarat
| Berat | 300 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 94 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Goresan Tinta Bermakna “SKANDA” Antologi Puisi dan Cerpen
*Harga Hubungi CSRekaman Terakhir Beckett. Kumpulan puisi. Karya: Ari Pahala Hutabarat. Isi : 64 puisi Penerbit : Lampung Literature Cetakan ke 2. Buku ini masuk 5 Besar Kategori Puisi Kusala Sastra Khatulistiwa 2017-2019 dan Nominasi buku puisi terbaik majalah Tempo 2017 Melalui lanskap puisi yang hampir seluruhnya berlatar di belahan dunia lain, dan peristiwa yang berasal dari… selengkapnya
Rp 60.000Sinopsis : Buku “Dekapan (Memoar Orang-orang Panggung)” ini adalah merupakan elegi untuk semua orang yang berkehidupan di panggung teater. Di dalam sebuah produksi teater tentu semua orang yang terlibat mengalami suka dan duka serta kesulitan-kesulitan yang kemudian membuat produksi teater terus bergerak dengan caranya sendiri. Buku ini bukan soal kesberhasilan berteater, bukan pula tentang kejayaan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSEdy Samudra Kertagama, sebagai penyair dan sutradara. Diundang di pertemuan sastra-teater Nasional dan Internasional. Buku Puisinya yang telah terbit Kering (1997), Nyanyian Sunyi (2002), Sajak-sajak pendek Embun Putih (2004), Mantra Sang Nabi (2016), Kereta Gandeng dan Sajak Burung Rajawali (2019), Senja dan Gerimis (2024) Beberapa puisinya terbit di antologi betsama yaitu : Love in… selengkapnya
*Harga Hubungi CSKetuhanan : Buku kumpulan puisi pertama dari penulis ini bertemakan Ketuhanan. Puisi pilihan atau puisi terbaik yang ditulis adalah upaya untuk dekat dengan Tuhan. Buku ini bercerita tentang religi, cinta, rindu, dan harapan. Terdapat Sembilan puisi yang mencoba mengajak pembaca untuk berdoa lewat puisi.
Rp 45.000Sinopsis : Puisi-puisi dalam buku ini menyisakan suatu kawasan ambang dari mana segalanya mungkin terjadi. Estetika puisi adalah estetika sisa. Dan kitab puisi ini adalah upaya bersetia pada apa yang tersisa. Sehingga kita perlu meresapi bukan hanya apa yang dikatakan oleh Iswadi dalam puisi-puisinya, melainkan juga apa yang dengan cakap tidak dikatakannya. Sebab justru di… selengkapnya
*Harga Hubungi CSSegera Terbit Sastra Lisan Ngehahaddo Di Lampung Barat DESKRIPSI : Ngehahaddo, sebagai bentuk sastra lisan yang pernah hidup dalam keseharian masyarakat Lampung Barat, menyimpan nilai-nilai kearifan lokal, estetika bahasa, dan pandangan hidup yang sangat berharga. Keberadaannya yang kini telah punah bukan hanya kehilangan bagi masyarakat Lampung barat, melainkan kehilangan bagi khazanah budaya bangsa.
*Harga Hubungi CSPenyeret Babi adalah Kumpulan Sajak karya Inggit Putria Marga, buku ini setebal 131 halaman beberapa komentar untuk buku ini: dengan kalimat-kalimat yang tersusun memanjang ke bawah, Inggit mengagumi pohon yang tumbuh besar, meninggi, dan punya makna. metafor yang digunakannya sering sulit ditebak. mengapa kita, pembaca, perlu menebak perlambang? barangkali mencari sisi gelap, juga yang erotis… selengkapnya
Rp 50.000Judul : Perawi Rempah Pengarang : Ahmad Yulden Erwin Penerbit : Lampung Literature Salah satu dari 5 Buku Terbaik Kategori puisi kuala Satra Khatulistiwa 2019
Rp 50.000
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.