● online
- "Buku selalu memberi sayap-sayap baru yang akan membawa terbang ke taman-taman pengetahuan paling menawan."
54 KALI BERHENTI – ISWADI PRATAMA
| Stok | Tersedia |
| Kategori | Pre-Order, Puisi, Sastra |
54 KALI BERHENTI – ISWADI PRATAMA
Sinopsis :
Puisi-puisi dalam buku ini menyisakan suatu kawasan ambang dari mana segalanya mungkin terjadi. Estetika puisi adalah estetika sisa. Dan kitab puisi ini adalah upaya bersetia pada apa yang tersisa. Sehingga kita perlu meresapi bukan hanya apa yang dikatakan oleh Iswadi dalam puisi-puisinya, melainkan juga apa yang dengan cakap tidak dikatakannya. Sebab justru di sanalah estetika sisa itu bekerja.
54 KALI BERHENTI – ISWADI PRATAMA
| Berat | 300 gram |
| Kondisi | Baru |
| Dilihat | 49 kali |
| Diskusi | Belum ada komentar |
Edy Samudra Kertagama, sebagai penyair dan sutradara. Diundang di pertemuan sastra-teater Nasional dan Internasional. Buku Puisinya yang telah terbit Kering (1997), Nyanyian Sunyi (2002), Sajak-sajak pendek Embun Putih (2004), Mantra Sang Nabi (2016), Kereta Gandeng dan Sajak Burung Rajawali (2019), Senja dan Gerimis (2024) Beberapa puisinya terbit di antologi betsama yaitu : Love in… selengkapnya
*Harga Hubungi CSSinopsis : Buku “Dekapan (Memoar Orang-orang Panggung)” ini adalah merupakan elegi untuk semua orang yang berkehidupan di panggung teater. Di dalam sebuah produksi teater tentu semua orang yang terlibat mengalami suka dan duka serta kesulitan-kesulitan yang kemudian membuat produksi teater terus bergerak dengan caranya sendiri. Buku ini bukan soal kesberhasilan berteater, bukan pula tentang kejayaan… selengkapnya
*Harga Hubungi CSJarah Dusta Ari Pahala Hutabarat Produksi Lampung Literature Cetakan 1, Maret 2023 Cover: Mike Fena Firdania Layout: Chandra Aria Wicaksono Ukuran: 13×20 cm Halaman: 1-62 Penerbit LAMPUNG LITERATURE Jl. Swadaya X, Gg. Mafi E, No. 115 Gunung Terang, Bandarlampung
Rp 75.000Senja & Gerimis 2016 – 2024 Edy Samudra Kertagama adalah penyair yang menguasai seluk-beluk dramaturgi. Ia tidak hanya menulis dengan pikiran dan hati, tetapi juga dengan segenap pancaindera. Struktur-dramatik sangat kuat dalam puisi-puisinya. Dan dengan diksi yang sederhana berkelindan nuansa-nuansa yang penuh warna, seperti bianglala di ambang senja. Tidak membenarkan yang salah, tapi tanpa… selengkapnya
*Harga Hubungi CS“Puisi-puisi dalam kumpulan ini seperti menghindari kepuitikan; rima, bunyi, ritma, diksi, frasa. Dengan model pelarikan (tipografi) yang ”tak tertib”, anjebemen yang terkesan “sekenanya”. Dengan cara ini penyair seperti hendak mengesankan bahwa puisi-puisi dalam kumpulan ini mengelak dari “indah”, memilih menjadi grotesque—dalam arti tertentu. Keindahan bunyi, rima, metrum, pukauan frase, metafora, kebernasan sintaksis, dan permainan sintagmatik… selengkapnya
Rp 75.000KETUHANAN : Kumpulan Puisi Ketuhanan terdiri dari lima belas puisi tereseleksi dari para penulis. Sama seperti judulnya kumpulan puisi Ketuhanan ini merepresentasikan Tuhan pada diksi remaja. Pencarian, pertanyaan-pertanyaan tentang keberadaan atau wujud Tuhan terus direpresentasikan melalui puisi-puisi ini.
Rp 45.000Segera Terbit Sastra Lisan Ngehahaddo Di Lampung Barat DESKRIPSI : Ngehahaddo, sebagai bentuk sastra lisan yang pernah hidup dalam keseharian masyarakat Lampung Barat, menyimpan nilai-nilai kearifan lokal, estetika bahasa, dan pandangan hidup yang sangat berharga. Keberadaannya yang kini telah punah bukan hanya kehilangan bagi masyarakat Lampung barat, melainkan kehilangan bagi khazanah budaya bangsa.
*Harga Hubungi CSHari-Hari Bahagia Ari Pahala Hutabarat Produksi Lampung Literature Cetakan 1, Maret 2023 Cover: Nurma Andesta Layout: Chandra Aria Wicaksono Ukuran: 13×20 cm Halaman: 1-144 Penerbit LAMPUNG LITERATURE Jl. Swadaya X, Gg. Mafi E, No. 115 Gunung Terang, Bandarlampung
Rp 75.000Sinopsisi : Tidak muluk-muluk. Sebuah buku yang menghimpun 68 puisi ditulis 2025-2026 sama diartikan lilin dan tumpeng perayaan milad. Itulah harapan saya. Beragam tema termuat di buku ini. Penjelajahan secara lahir maupun batin tentang momen-momen puitik, baik yang diterima lewat konseptual ataupun sudah melalui observasi. Tetapi, terpenting sebuah puisi tercipta karena dorongan pikiran dan renungan.
*Harga Hubungi CS
Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.